JAKARTA , Indonesia membuka kesempatan bagi peneliti dan profesional kesehatan untuk berpartisipasi dalam The 14th Asia Pacific Action Alliance on Human Resources for Health (AAAH) Conference 2026 yang akan berlangsung di Bali pada 2–5 November 2026.
Konferensi yang mengangkat tema “Building Tomorrow’s Health Workforce: Bridging Governance, Education and Digital Transformation for Sustainable Health Systems” itu akan mempertemukan pemangku kepentingan untuk membahas masa depan sumber daya manusia kesehatan, tata kelola, pendidikan, serta transformasi digital dalam membangun sistem kesehatan yang berkelanjutan.
Informasi National Call for Abstracts menyebutkan bahwa terdapat 10 abstrak terpilih yang akan mendapatkan pendanaan penuh. Pendanaan tersebut mencakup penerbangan dan akomodasi bagi penulis yang menjadi presenter selama pelaksanaan konferensi pada 2–5 November 2026. Sementara itu, penulis pendamping (co-author) dapat mengikuti kegiatan dengan biaya sendiri.
Kesempatan tersebut ditujukan bagi peneliti yang berbasis pada institusi di Indonesia, dengan ketentuan bahwa penulis yang akan mempresentasikan hasil penelitian memiliki gelar pascasarjana. Penelitian yang diajukan juga harus telah selesai dan memiliki temuan akhir.
Abstrak wajib ditulis dalam bahasa Inggris dengan jumlah maksimal 300 kata.
Tiga fokus utama
Panitia menyediakan tiga jalur topik yang dapat dipilih sesuai substansi penelitian.
Pertama, Governance and Leadership.
Topik ini mencakup perencanaan tenaga kesehatan, retensi tenaga kesehatan, mobilitas dan migrasi tenaga kesehatan, serta pengembangan kembali tenaga kerja pelayanan kesehatan primer.
Kedua, Transformative Education and Well-being.
Fokusnya meliputi akreditasi dan regulasi pendidikan profesi kesehatan, transformasi tenaga kesehatan untuk mencapai Universal Health Coverage (UHC), serta keselamatan dan kesejahteraan tenaga kesehatan.
Ketiga, Digital Transformation.
Jalur ini mencakup digitalisasi, etika dan tata kelola, serta berbagai inovasi solusi digital di bidang kesehatan.
Menariknya, hasil penelitian yang terpilih tidak mengharuskan peserta mencetak poster secara konvensional. Berdasarkan informasi call for abstracts, poster akan ditampilkan melalui monitor LED selama sesi poster konferensi. Persyaratan desain poster akan disampaikan bersamaan dengan pengumuman hasil seleksi.
Pengumuman hasil seleksi dijadwalkan pada 16 Oktober 2026.
Informasi yang beredar terkait call for abstracts juga menyebutkan periode pengajuan berlangsung 11–30 September 2026, sehingga calon peserta perlu memperhatikan batas waktu pengiriman abstrak.
Indonesia dan agenda penguatan tenaga kesehatan kawasan
AAAH merupakan mekanisme kemitraan regional yang dibentuk pada 2005 untuk memperkuat kapasitas negara-negara dalam perencanaan dan pengelolaan sumber daya manusia kesehatan. Saat ini AAAH mencakup 22 negara dari sejumlah kawasan WHO. Konferensi AAAH menjadi salah satu wadah untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai pengembangan tenaga kesehatan di kawasan Asia-Pasifik.
Pada konferensi AAAH ke-13 di Vientiane, Laos, pada Oktober 2024, delegasi Indonesia turut berpartisipasi dalam pembahasan mengenai ketangguhan tenaga kesehatan menghadapi kedaruratan kesehatan masyarakat. Indonesia kemudian terpilih menjadi tuan rumah konferensi AAAH berikutnya. �
Ditjen SDMK Kemenkes RI +1
Konferensi AAAH 2026 di Bali menjadi bagian dari agenda tersebut dengan penekanan pada keterkaitan antara tata kelola, pendidikan dan transformasi digital dalam menyiapkan tenaga kesehatan yang mampu menjawab kebutuhan sistem kesehatan masa depan.
Bagi peneliti Indonesia, forum ini sekaligus membuka ruang untuk membawa hasil penelitian nasional ke forum regional dan memperluas pertukaran pengetahuan mengenai pengembangan sumber daya manusia kesehatan di kawasan Asia-Pasifik.












