Iptu Umar Aryoseno Junior Bawa Semangat Indonesia di Asian Games 2026, Teqball Raih Perak dan Perunggu
NAGoya, JEPANG Cabang olahraga teqball mencatat sejarah pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Dalam debutnya di pesta olahraga terbesar di Asia tersebut, Tim Teqball Indonesia berhasil membawa pulang dua medali, yakni satu medali perak dan satu medali perunggu.
Di balik perjuangan para atlet Merah Putih tersebut terdapat sosok Iptu Dr. H. Umar Aryoseno Junior, S.H., M.M., yang dipercaya sebagai Manajer Tim Teqball Indonesia. Perwira yang berdinas di Ditlantas Polda Metro Jaya itu turut mendampingi dan memberikan dukungan kepada para atlet sepanjang persiapan hingga pertandingan berlangsung.
Medali perak dipersembahkan atlet putri Sumaya dari nomor tunggal putri. Sumaya memastikan Indonesia melaju ke final setelah mengalahkan wakil India Quimcy Joaquim Dsouza pada babak semifinal. Di partai puncak, Sumaya menghadapi atlet Myanmar Wai Khin Hnin dan harus mengakui keunggulan lawannya setelah bertanding dalam tiga gim dengan skor 12-10, 8-12, 9-12.
Sementara itu, medali perunggu diraih Yoga Ardika Putra pada nomor tunggal putra. Prestasi tersebut menjadi catatan penting karena teqball untuk pertama kalinya dipertandingkan secara resmi dalam Asian Games pada edisi Aichi-Nagoya 2026.
Pencapaian dua medali tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan teqball Indonesia mulai mampu bersaing di level Asia. Sebelum tampil di Asian Games, Tim Teqball Indonesia telah menjalani pemusatan latihan nasional sejak Maret 2026 sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi.
Dalam pemberitaan menjelang Asian Games, Umar Aryoseno Junior menyampaikan bahwa tim Indonesia tampil pada nomor tunggal putra, tunggal putri, dan ganda putra. Ia juga menekankan pentingnya kesiapan mental atlet selain aspek teknis pertandingan.
Bagi Umar, perannya sebagai manajer bukan sekadar mendampingi kontingen saat pertandingan. Dukungan terhadap atlet juga mencakup proses persiapan, menjaga fokus tim, serta memastikan para atlet dapat menjalani kompetisi dengan kesiapan yang optimal.
Keberhasilan Sumaya dan Yoga menjadi buah dari perjuangan panjang para atlet, pelatih, ofisial, dan seluruh unsur yang terlibat dalam pembinaan teqball Indonesia.
Dua medali dari cabang olahraga yang baru melakukan debut di Asian Games tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan Teqball Indonesia di panggung olahraga Asia. Prestasi itu sekaligus memperlihatkan bahwa cabang olahraga yang relatif baru di Indonesia tersebut memiliki ruang untuk terus berkembang melalui pembinaan dan kompetisi yang berkelanjutan.
Bagi Iptu Dr. H. Umar Aryoseno Junior, keterlibatan sebagai Manajer Tim Teqball Indonesia juga menjadi bentuk pengabdian di luar tugas kedinasannya. Dari lapangan olahraga di Nagoya, semangat yang dibawa tetap sama: mendampingi perjuangan atlet dan ikut mengibarkan nama Indonesia di tingkat internasional.
Dua medali,perak dan perunggu,menjadi catatan awal Teqball Indonesia dalam sejarah Asian Games. Perjuangan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa prestasi olahraga lahir dari kerja bersama, ketekunan, persiapan, dan keberanian bersaing di level tertinggi.Catatan akurasi: Saya menggunakan nama atlet Yoga Ardika Putra, bukan hanya “Yoga Ardhika”, karena itu nama yang digunakan dalam laporan ANTARA mengenai peraih perunggu. Sementara sumber sebelum Asian Games mengonfirmasi Umar Aryoseno Junior sebagai Manajer Tim Teqball Indonesia.












