Berita

Di Balik Gemerlap Warung Remang-Remang Kotakan, Sholawat Nariyah Menggema Setiap Malam Kamis

×

Di Balik Gemerlap Warung Remang-Remang Kotakan, Sholawat Nariyah Menggema Setiap Malam Kamis

Sebarkan artikel ini

Situbondo, BRANTASNEWS.ID,Pemandangan berbeda terlihat di kawasan warung remang-remang wilayah Desa Kotakan, Kabupaten Situbondo. Di tengah aktivitas malam yang selama ini kerap dipandang negatif oleh sebagian masyarakat, lantunan Sholawat Nariyah justru rutin menggema setiap malam Kamis melalui kegiatan pengajian bersama warga, perangkat desa, dan tokoh lingkungan setempat.

Kegiatan religius tersebut menjadi bentuk pendekatan sosial dan spiritual kepada para pelaku usaha warung agar tetap memiliki ruang pembinaan moral serta penguatan nilai keagamaan di tengah kerasnya tuntutan ekonomi kehidupan malam.

Media Brantas saat melakukan konfirmasi kepada salah satu pelaku usaha di lokasi mendapatkan pengakuan yang menyentuh terkait alasan dirinya tetap bertahan menjalani pekerjaan tersebut.

Sebenarnya saya juga tidak ingin membuka warung seperti ini, Mas. Tapi karena keadaan, mau bagaimana lagi. Kadang saya menangis melihat orang lain sudah tidur, sementara saya masih menjaga warung,” ungkap salah satu pelaku usaha kepada Media Brantas.

Meski demikian, ia mengaku bersyukur karena lingkungan tempatnya bekerja kini rutin menggelar pengajian Sholawat Nariyah yang diikuti para pelaku usaha maupun warga sekitar.

Alhamdulillah, di sini ada rutinan Sholawat Nariyah. Kami berharap mendapat syafaat dan diberikan rezeki yang halal serta barokah,” lanjutnya dengan mata berkaca-kaca.


Kegiatan pengajian tersebut mendapat dukungan penuh dari perangkat Desa Kotakan bersama Ketua RT 19 RW 07 dan Ketua RT 20. Mereka secara aktif mengajak para pelaku usaha warung remang-remang untuk hadir dalam kegiatan keagamaan sebagai bentuk kepedulian sosial dan pendekatan kemanusiaan.

Menurut warga sekitar, kegiatan rutin itu perlahan membawa perubahan suasana lingkungan menjadi lebih kondusif, religius, dan penuh kebersamaan. Dalam setiap pengajian, selain pembacaan Sholawat Nariyah, juga dibuka ruang diskusi dan dialog keagamaan guna meningkatkan ketakwaan serta keimanan kepada Allah SWT.

Baca juga:
TIGA KENDARAAN TERLIBAT KECELAKAAN DI JALUR PANTURA SITUBONDO, POLISI DALAMI KRONOLOGI KEJADIAN

Perangkat desa menilai pendekatan persuasif dan spiritual jauh lebih efektif dibandingkan stigma maupun sikap menghakimi terhadap sesama manusia. Selain menjadi sarana silaturahmi, pengajian tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bersama tentang pentingnya membersihkan hati melalui sholawat serta mencari solusi hidup di tengah tekanan ekonomi yang dihadapi masyarakat kecil.

Kini, kegiatan Sholawat Nariyah yang rutin digelar setiap malam Kamis itu menjadi simbol harapan baru di balik kehidupan malam kawasan warung remang-remang Desa Kotakan. Di tengah stigma dan kerasnya realitas hidup, masih ada ikhtiar untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, mencari keberkahan, dan membuka jalan menuju perubahan yang lebih baik.

PENULIS : SAMSI HOSARI