Situbondo, SMA Negeri 1 Panji menerima kunjungan kerja dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Situbondo. Kegiatan ini menjadi wujud sinergi antara instansi pemerintah dan lembaga pendidikan dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, serta bebas dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi.
Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Kepala Sekolah SMAN 1 Panji, Hamidah, M.Pd., beserta jajaran dewan guru dan staf tata usaha. Dalam kesempatan tersebut, tim dari DP3A Situbondo melakukan dialog interaktif, sosialisasi, serta pemantauan terkait implementasi kebijakan perlindungan anak dan pemberdayaan perempuan di lingkungan satuan pendidikan.
Perwakilan DP3A menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung bagaimana sekolah menjalankan program-program yang mendukung pemenuhan hak anak, serta memastikan tersedianya sistem pelayanan dan penanganan yang cepat jika terjadi permasalahan terkait perlindungan. Selain itu, pihak dinas juga memberikan pemahaman kepada pihak sekolah mengenai peran strategis pendidik dan tenaga kependidikan sebagai garda terdepan dalam mengawasi dan melindungi siswa.
“Sekolah adalah tempat kedua bagi anak setelah keluarga. Oleh karena itu, kami berharap SMAN 1 Panji terus menjadi percontohan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif, adil, dan penuh rasa aman. Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak bukan hanya tugas dinas kami, melainkan tanggung jawab bersama yang harus dijalankan secara berkelanjutan,” ujar salah satu perwakilan DP3A dalam sambutannya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 1 Panji, Hamidah, M.Pd., menyambut baik kunjungan dan arahan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa pihak sekolah telah memiliki berbagai program internal yang sejalan dengan visi dan misi DP3A, seperti pembentukan tim satgas perlindungan sekolah, sosialisasi anti-perundungan (bullying), serta penguatan peran perempuan dalam berbagai aspek kegiatan sekolah.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian dan dukungan dari DP3A Situbondo. Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi dan meningkatkan kualitas program yang sudah ada. Kami berkomitmen untuk terus menerapkan standar perlindungan yang terbaik, agar seluruh siswa, baik putra maupun putri, dapat belajar dan berkembang dengan tenang serta menggapai prestasi tanpa rasa takut atau khawatir,” tegas Hamidah.
Dalam sesi diskusi, kedua pihak juga membahas rencana program kerja sama ke depan, termasuk pelatihan bagi guru dan siswa, penyuluhan hukum, serta pembentukan kelompok siswa pelopor perlindungan anak. Diharapkan melalui kolaborasi ini, nilai-nilai kesetaraan gender dan budaya saling melindungi dapat tertanam kuat di seluruh warga sekolah.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan kondusif, diakhiri dengan peninjauan fasilitas sekolah yang mendukung kenyamanan dan keamanan seluruh civitas akademika.
Penulis: Tim Redaksi BrantasNews.id












