Berita

Kepala SMAN 1 Panji Hamidah, M.Pd Dorong Literasi Digital untuk Bentuk Pelajar Cerdas dan Berkarakter .

×

Kepala SMAN 1 Panji Hamidah, M.Pd Dorong Literasi Digital untuk Bentuk Pelajar Cerdas dan Berkarakter .

Sebarkan artikel ini

SITUBONDO , Kepala SMAN 1 Panji, Hamidah, M.Pd, menegaskan pentingnya pendidikan literasi digital bagi peserta didik di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi. Hal itu disampaikan seiring pelaksanaan seminar bertema “Bijak Konsumsi Digital dan Pentingnya Literasi” yang digelar di aula sekolah, Senin (13/4/2026).

Menurut Hamidah, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan siswa dalam menyaring informasi, berpikir kritis, serta menggunakan media digital secara bertanggung jawab. Sekolah tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga membentuk karakter dan kecakapan hidup peserta didik.

Anak-anak harus mampu memanfaatkan teknologi untuk hal positif, memperluas wawasan, serta meningkatkan prestasi. Jangan sampai teknologi justru membuat generasi muda kehilangan arah dan produktivitas,” ujarnya.

Ia menambahkan, literasi menjadi bekal penting agar siswa tidak mudah terpengaruh berita bohong, ujaran kebencian, maupun konten negatif yang marak di media sosial. Dengan budaya membaca dan berpikir kritis, pelajar akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan siap menghadapi tantangan zaman.

Hamidah juga menyampaikan bahwa SMAN 1 Panji terus berkomitmen menghadirkan program pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan era modern. Seminar dan kegiatan kokurikuler menjadi bagian dari upaya sekolah dalam menyiapkan lulusan yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing tinggi.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari para siswa kelas XI yang mengikuti seminar dengan antusias. Mereka diajak memahami pentingnya mengatur penggunaan gawai, membangun kebiasaan membaca, serta menjadi pengguna media digital yang bijaksana.

Di bawah kepemimpinan Hamidah, M.Pd, SMAN 1 Panji terus menunjukkan diri sebagai sekolah yang adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai pendidikan karakter.