Berita

DWP SMAN 1 Panji Gelar Edukasi Budidaya Tanaman Polibag, Wujudkan Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Keluarga

×

DWP SMAN 1 Panji Gelar Edukasi Budidaya Tanaman Polibag, Wujudkan Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Keluarga

Sebarkan artikel ini

Situbondo, BrantasNews.id  Upaya meningkatkan ketahanan pangan keluarga sekaligus membangun kemandirian ekonomi rumah tangga terus dilakukan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) SMA Negeri 1 Panji. Melalui kegiatan penyuluhan dan edukasi gizi bertema “Menyemai Harapan dalam Polibag, Memanen Keberkahan untuk Keluarga”, para anggota DWP mendapatkan pembekalan mengenai budidaya tanaman menggunakan media polibag sebagai solusi pertanian rumah tangga yang praktis dan produktif.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 2 Juni 2026, pukul 13.00 WIB di Ruang Guru tersebut diikuti oleh pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan SMAN 1 Panji. Hadir sebagai narasumber, , yang memberikan pemahaman mengenai teknik budidaya tanaman yang mudah diterapkan di lingkungan rumah.

Dalam pemaparannya, Alimuddin menjelaskan bahwa budidaya tanaman menggunakan polibag merupakan salah satu metode bercocok tanam yang efektif, terutama bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan lahan. Menurutnya, halaman rumah yang sempit, pekarangan kecil, hingga area teras dapat dimanfaatkan sebagai media tanam yang menghasilkan manfaat bagi keluarga.

“Polibag menjadi solusi sederhana namun sangat bermanfaat. Dengan ruang yang terbatas, masyarakat tetap bisa menanam berbagai jenis sayuran untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus menghemat pengeluaran rumah tangga,” jelasnya.

Salah satu tanaman yang direkomendasikan dalam penyuluhan tersebut adalah terong. Selain mudah dibudidayakan, terong memiliki nilai konsumsi yang tinggi dan menjadi salah satu sayuran favorit masyarakat. Di samping itu, hasil panennya juga memiliki nilai ekonomi yang dapat membantu meningkatkan pendapatan keluarga.

Narasumber menjelaskan bahwa proses budidaya terong dimulai dengan penyemaian benih selama kurang lebih 14 hari. Setelah bibit tumbuh sehat dan memiliki daya tahan yang cukup, tanaman dipindahkan ke media polibag untuk dibesarkan hingga memasuki masa produksi.

Perawatan tanaman terong tergolong sederhana, yaitu dengan memberikan penyiraman secara teratur, memastikan tanaman mendapatkan sinar matahari yang cukup, serta memberikan nutrisi dan pupuk yang seimbang. Dengan perawatan yang baik dan berkelanjutan, tanaman dapat dipanen dalam waktu sekitar 70 hingga 90 hari setelah tanam.

Baca juga:
Kasat Samapta Polres Situbondo Tebar Bunga Hari Kartini, Apresiasi Perempuan Hebat di Ruang Publik

Menurut Alimuddin, hasil panen tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi keluarga, tetapi juga berpotensi menjadi sumber penghasilan tambahan apabila dibudidayakan secara berkelanjutan.

Kegiatan penyuluhan ini mendapat sambutan antusias dari para anggota Dharma Wanita Persatuan SMAN 1 Panji. Selain memberikan pengetahuan baru, kegiatan tersebut juga menjadi sarana berbagi pengalaman serta meningkatkan keterampilan anggota dalam mengelola lahan pekarangan menjadi lebih produktif.

Melalui program edukasi ini, DWP SMAN 1 Panji berharap para anggotanya semakin termotivasi untuk memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumah sebagai sumber pangan keluarga yang sehat, aman, dan bernilai ekonomis. Langkah tersebut dinilai sejalan dengan upaya mendukung ketahanan pangan dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga.

Lebih dari sekadar menanam sayuran, kegiatan ini juga mengajarkan pentingnya kesabaran, ketekunan, dan semangat kemandirian. Setiap benih yang ditanam dan dirawat dengan penuh perhatian diyakini akan tumbuh menjadi sumber manfaat yang membawa keberkahan bagi keluarga.

Dharma Wanita Persatuan SMAN 1 Panji berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pemberdayaan anggota, peningkatan keterampilan keluarga, serta dukungan terhadap program ketahanan pangan yang saat ini menjadi perhatian berbagai pihak.

Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan, DWP SMAN 1 Panji terus berupaya menumbuhkan budaya hidup sehat, produktif, dan mandiri melalui kegiatan yang bermanfaat bagi anggota maupun masyarakat sekitar.

“Dari sebuah polibag, tumbuh harapan. Dari setiap benih yang dirawat, lahir manfaat dan keberkahan bagi keluarga.”

(BrantasNews.id)