SITUBONDO, BrantasNews.id SMA Negeri 1 Panji, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kualitas Pembelajaran untuk Optimalisasi Mutu Pendidikan selama empat hari, mulai 19 hingga 22 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis sekolah dalam meningkatkan kompetensi guru, memperkuat kualitas pembelajaran, serta mewujudkan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.Kegiatan yang diikuti kepala sekolah dan seluruh dewan guru tersebut dibuka secara resmi oleh Kasi SMA Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bondowoso,Situbondo, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Budi Santoso, M.Pd.Dalam sambutannya, Budi Santoso menekankan pentingnya evaluasi diri bagi setiap pendidik sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
Menurutnya, kualitas proses pembelajaran pada akhirnya akan tercermin dalam rapor mutu pendidikan masing-masing satuan pendidikan. Karena itu, peningkatan mutu tidak boleh sekadar berorientasi pada capaian angka, tetapi harus menjadi bukti nyata kesungguhan sekolah dalam memenuhi kebutuhan belajar peserta didik.Guru, kata dia, dituntut untuk terus melakukan pembenahan, meningkatkan kompetensi, serta mengembangkan metode pembelajaran yang mampu menjawab tantangan pendidikan masa kini.
Perkuat Pola Pikir Bertumbuh GuruDalam kegiatan tersebut, Dodik Eko Yulianto, M.Pd., selaku narasumber utama, menyampaikan materi mendalam mengenai Growth Mindset atau pola pikir bertumbuh dalam dunia pendidikan.Ia menjelaskan bahwa pola pikir bertumbuh perlu dimiliki setiap pendidik untuk membangun karakter, meningkatkan kemampuan diri, serta mengoptimalkan potensi peserta didik.Menurut Dodik, guru tidak boleh terjebak dalam Fixed Mindset atau pola pikir tetap yang cenderung membatasi perkembangan diri.
Sebaliknya, pendidik harus mampu bersikap terbuka, lincah, dan adaptif dalam menghadapi perubahan serta perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Seorang guru di era digital saat ini tidak boleh lagi terjebak dalam Fixed Mindset atau pola pikir tetap. Guru harus lincah dan adaptif terhadap pesatnya perkembangan zaman,” tegas Dodik dalam pemaparannya.
Ia juga menekankan bahwa adaptasi terhadap era digital bukan sekadar penggunaan proyektor maupun perangkat teknologi di ruang kelas. Lebih dari itu, guru perlu membangun ekosistem belajar yang interaktif, kritis, kreatif, dan menyenangkan.Dengan menerapkan pola pikir bertumbuh, guru diharapkan mampu memandang kesulitan yang dihadapi peserta didik sebagai bagian dari proses belajar, bukan sebagai batas akhir kemampuan mereka.Pendekatan tersebut sekaligus mendorong guru untuk memberikan pendampingan yang tepat agar setiap murid memperoleh kesempatan mengembangkan potensi dan mencapai hasil belajar yang optimal.
Guru Terlibat Aktif dalam Diskusi dan SimulasiSuasana Bimtek yang berlangsung di ruang guru SMAN 1 Panji tersebut berjalan dinamis. Para peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga terlibat aktif dalam diskusi kelompok, simulasi pemecahan masalah atau problem solving, serta berbagi praktik baik (best practices) dalam kegiatan pembelajaran.
Melalui forum tersebut, para guru bertukar pengalaman mengenai berbagai tantangan dalam mengajar generasi Z dan generasi Alpha yang memiliki karakteristik serta kecenderungan belajar berbeda dibandingkan generasi sebelumnya.Diskusi dan simulasi ini menjadi sarana bagi para pendidik untuk mengevaluasi pendekatan pembelajaran yang selama ini diterapkan sekaligus menemukan strategi yang lebih efektif, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.Dengan demikian, materi yang diperoleh selama Bimtek diharapkan tidak berhenti pada pemahaman konseptual, tetapi dapat diterapkan secara nyata dalam kegiatan belajar mengajar di kelas.Targetkan Transformasi Pembelajaran di KelasMelalui pelaksanaan Bimtek hingga 22 Oktober 2026, SMAN 1 Panji berharap terjadi perubahan positif dalam praktik pembelajaran di setiap kelas.
Sinergi antara kebijakan Dinas Pendidikan, wawasan dari narasumber, serta komitmen kepala sekolah dan dewan guru menjadi faktor penting dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
Upaya tersebut juga diarahkan untuk membangun lingkungan belajar yang mampu menumbuhkan kreativitas, kemandirian, kemampuan berpikir kritis, dan karakter positif peserta didik.Dengan semangat pola pikir bertumbuh, SMAN 1 Panji berkomitmen memperkuat kualitas pembelajaran guna mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan.
Bimtek ini menjadi bagian dari ikhtiar sekolah dalam mendukung optimalisasi mutu pendidikan di Kabupaten Situbondo, sekaligus memperkuat peran guru sebagai ujung tombak dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, relevan, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.Tags: SMAN 1 Panji, Bimtek Pendidikan 2026, Peningkatan Mutu Pendidikan, Growth Mindset, Dinas Pendidikan Jawa Timur, Situbondo,
BrantasNews.id












