Berita

Optimalisasi Kokurikuler SMA Negeri 1 Panji: Tanamkan Anti-Bullying dan Literasi Digital Sejak Dini

×

Optimalisasi Kokurikuler SMA Negeri 1 Panji: Tanamkan Anti-Bullying dan Literasi Digital Sejak Dini

Sebarkan artikel ini

Situbondo, BRANTAS NEWS.ID ,7 April 2026  SMA Negeri 1 Panji terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan karakter melalui optimalisasi program kokurikuler. Sejak Senin (6/4/2026), sekolah ini melaksanakan pembelajaran kokurikuler terintegrasi bagi siswa kelas X dan XI dengan mengusung tema strategis, yakni Anti-Bullying untuk kelas X dan Bijak Konsumsi Digital untuk kelas XI.

Program tersebut dirancang dalam bentuk pembelajaran blok kolaboratif lintas mata pelajaran yang terintegrasi secara sistematis. Untuk kelas X, kegiatan melibatkan berbagai mata pelajaran seperti Pendidikan Budi Pekerti, Pendidikan Pancasila, Bahasa Indonesia, hingga rumpun IPA dan IPS, serta PJOK. Sementara itu, untuk kelas XI, kolaborasi dilakukan melalui mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, Bahasa Indonesia, Matematika, dan PJOK.

Kepala SMA Negeri 1 Panji, Hamidah, M.Pd, menegaskan bahwa pendekatan ini dirancang untuk menciptakan pembelajaran yang tidak hanya akademis, tetapi juga menyentuh aspek karakter dan kecakapan hidup siswa.
“Pembelajaran kokurikuler ini kami desain menarik dan menyenangkan agar siswa tidak jenuh, sekaligus mampu memahami isu penting seperti perundungan dan penggunaan media digital secara bijak,” ujarnya.

Dalam implementasinya, siswa kelas XI didorong untuk belajar melalui kerja kelompok heterogen guna mengidentifikasi dan menyelesaikan permasalahan terkait konsumsi digital secara kritis dan bertanggung jawab.

Sementara itu, siswa kelas X mengikuti kegiatan outbound sederhana di dalam kelas pada hari kedua pelaksanaan, sebagai bagian dari metode pembelajaran aktif yang menekankan pengalaman langsung.
Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan mampu mencapai tujuan pembelajaran secara optimal dengan suasana yang menyenangkan dan penuh makna.

Pendekatan ini sekaligus menjadi wujud nyata penerapan prinsip pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka yang menekankan pengalaman belajar bermakna (meaningful learning) dan menyenangkan (joyful learning).
Program ini juga mencerminkan komitmen sekolah dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, serta adaptif terhadap tantangan era digital.

Dengan semangat inovasi yang berkelanjutan, SMA Negeri 1 Panji menegaskan visinya untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan literasi digital yang kuat.
“Selamat berkarya dan berinovasi dengan bahagia, menuju SMAJI yang solid dan peduli,” tutup Hamidah.