Berita

Kadindik Jatim Tekankan Skill Siswa, SMAJI Tampilkan Produk Unggulan

×

Kadindik Jatim Tekankan Skill Siswa, SMAJI Tampilkan Produk Unggulan

Sebarkan artikel ini

SITUBONDO, Brantasnews.id, Program SMA Double Track Tahun 2026 di wilayah Situbondo dan Bondowoso mendapat perhatian langsung dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., M.M., bersama Tim ITS Surabaya hadir di Situbondo untuk melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap pelaksanaan program tersebut.

Kegiatan berlangsung melalui forum Focus Group Discussion (FGD) di Aula SMAN 1 Panji (SMAJI) Situbondo, Jumat (11/9/2026). Sekolah tersebut dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan monev yang melibatkan sekolah-sekolah peserta program dari wilayah Situbondo dan Bondowoso.

Kegiatan turut dihadiri Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Bondowoso dan Situbondo Drs. Slamet Riyadi, M.Pd., para kepala SMA/SMK, tenaga pendidik serta siswa.

Selain mengikuti FGD, sejumlah sekolah juga menampilkan hasil karya peserta didik melalui stand pameran. Berbagai produk tersebut menjadi gambaran penerapan keterampilan yang diperoleh siswa selama mengikuti Program SMA Double Track.

Dalam arahannya, Aries Agung Paewai memberikan apresiasi terhadap sekolah yang mampu mengembangkan keterampilan siswa hingga menghasilkan produk yang dapat dipamerkan dan dipasarkan.

Ia menegaskan bahwa SMA Double Track tidak semestinya hanya menjadi kegiatan pelengkap pembelajaran. Program tersebut harus memberikan manfaat jangka panjang bagi peserta didik, terutama sebagai bekal ketika mereka menyelesaikan pendidikan SMA.

Menurutnya, tidak semua lulusan SMA akan meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi. Karena itu, sekolah perlu memastikan siswa memiliki keterampilan yang dapat menjadi modal memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha.

“Jadi tugas kita adalah menyempurnakan dan meluluskan anak-anak didik dengan skill dan kebutuhan yang mereka inginkan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Panji, Hamidah, M.Pd., mengungkapkan kebanggaannya karena SMAJI kembali dipercaya menjadi tempat pelaksanaan monev SMA Double Track untuk wilayah Situbondo dan Bondowoso.

Baca juga:
Persekota Kotakan Tak Terbendung, Sabet Juara Kapolres Cup U-40 Tahun 2026

Hamidah menjelaskan, SMA Double Track merupakan program Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang dilaksanakan melalui kerja sama dengan ITS Surabaya. Program tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh keterampilan praktis di luar pembelajaran akademik.

SMAN 1 Panji sendiri telah mengikuti program tersebut sejak 2019. Tiga bidang keterampilan yang dikembangkan di sekolah tersebut meliputi tata boga, desain grafis dan tata kecantikan.

Menurut Hamidah, keterampilan tersebut telah memberikan pengalaman nyata kepada siswa. Peserta bidang tata kecantikan, misalnya, telah terlibat dalam kegiatan merias pada ajang fashion show.

Di bidang tata boga, siswa tidak hanya belajar mengolah makanan, tetapi juga mencoba memasarkan produk kuliner. Produk mereka telah dipasarkan dalam sejumlah kegiatan, termasuk peringatan hari lahir SMAJI dan Festival Ramadan.

Sementara siswa yang mengikuti bidang desain grafis telah menghasilkan sejumlah produk kreatif, seperti kaos sablon dan pin.

“Anak-anak mendapatkan keterampilan yang bisa menjadi bekal setelah lulus, sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan,” kata Hamidah.

Dalam monev tersebut, terdapat 11 SMA dari wilayah Situbondo dan Bondowoso yang ikut memamerkan produk hasil keterampilan peserta didik.

Sekolah yang berpartisipasi yakni SMAN 1 Panji, SMAN 1 Panarukan, SMAN 1 Asembagus, SMAN 1 Kapongan, SMAN 1 Besuki, SMAN 1 Banyuputih, SMAN 1 Suboh, SMAN 1 Prajekan, SMAN 1 Pujer, SMAN 1 Tapen dan SMAN Grujugan.

Kegiatan monev diharapkan menjadi sarana evaluasi sekaligus penguatan pelaksanaan SMA Double Track agar keterampilan yang diberikan kepada siswa semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan peluang kewirausahaan.

Dengan pembekalan tersebut, lulusan SMA diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan produktif yang dapat dimanfaatkan untuk bekerja maupun menciptakan peluang usaha.