SITUBONDO ,Di tengah maraknya penggunaan media sosial di kalangan remaja, Polres Situbondo mengajak para pelajar agar tidak mudah terpengaruh gaya hidup maupun pola pikir yang dibangun para influencer di dunia digital. Pesan itu disampaikan saat upacara bendera di SMA Negeri 2 Situbondo, Senin (27/7/2026)
Kasat Binmas Polres Situbondo Iptu H. Rachman Fadli Kurniawan, S.H., M.M., menjadi pembina upacara sekaligus memberikan edukasi tentang bahaya *digital anxiety* atau kecemasan akibat penggunaan media sosial secara berlebihan.

Dalam amanatnya, Iptu Rachman mengingatkan para siswa agar mampu menggunakan media sosial dengan bijak dan tidak menjadikan influencer sebagai satu-satunya panutan dalam menjalani kehidupan.
“Banyak dari kalian yang kini lebih percaya pada apa yang disampaikan seorang influencer di media sosial daripada nasihat dan ilmu yang diberikan guru di depan kelas. Influencer mungkin mengajarkan cara terlihat sukses dalam waktu singkat, tetapi guru mengajarkan ilmu, karakter, dan nilai kehidupan yang akan menjadi bekal sepanjang hayat,” ujar Iptu Rachman.
Menurutnya, kebiasaan membandingkan diri dengan kehidupan yang ditampilkan di media sosial dapat memicu rasa cemas, rendah diri, hingga kehilangan kepercayaan diri. Karena itu, pelajar diminta lebih fokus mengembangkan potensi diri melalui prestasi, disiplin, dan semangat belajar.

Jangan mencari validasi dari jumlah like atau followers. Bangun kepercayaan diri melalui prestasi, akhlak yang baik, dan sikap rendah hati. Jadilah generasi yang cerdas dalam menggunakan media sosial, bukan generasi yang dikendalikan media sosial,” pesannya.
Sementara itu, Kepala SMAN 2 Situbondo, Nikmatil Hasanah, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi kehadiran Polres Situbondo yang memberikan pembinaan langsung kepada para siswa.

Kami mengucapkan terima kasih kepada Polres Situbondo atas edukasi yang diberikan kepada peserta didik kami. Materi ini sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini. Kami berharap para siswa semakin bijak dalam menggunakan media sosial, menghormati guru, serta memiliki karakter yang kuat untuk menghadapi perkembangan zaman,” ujar Nikmatil Hasanah.












