Berita

Dua Siswi SMAJI Angkat Kearifan Lokal Nasi Sodu dalam Ajang FLS3N Seni Tari Tingkat Provinsi

×

Dua Siswi SMAJI Angkat Kearifan Lokal Nasi Sodu dalam Ajang FLS3N Seni Tari Tingkat Provinsi

Sebarkan artikel ini

Situbondo Semangat pelestarian budaya daerah terus tumbuh di kalangan generasi muda. Hal itu terlihat dari perjuangan dua siswi SMAJI yang tengah mempersiapkan penampilan terbaiknya dalam ajang Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Cabang Seni Tari Tingkat Provinsi dengan mengangkat tema budaya dan kuliner khas Situbondo, Nasi Sodu.
Karya tari yang dipersiapkan tersebut tidak hanya menonjolkan keindahan gerak dan estetika panggung, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan warisan budaya lokal kepada masyarakat yang lebih luas. Melalui koreografi yang dirancang secara matang, para penari berupaya menghadirkan kisah tentang tradisi, kebersamaan, dan nilai-nilai kehidupan masyarakat Situbondo yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Nasi Sodu dipilih sebagai tema utama karena memiliki nilai historis dan budaya yang kuat di tengah masyarakat. Kuliner tradisional ini tidak hanya dikenal sebagai makanan khas daerah, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan, kesederhanaan, dan kekayaan tradisi yang masih terjaga hingga saat ini. Melalui seni tari, nilai-nilai tersebut diterjemahkan ke dalam rangkaian gerak yang menggambarkan proses kehidupan masyarakat serta hubungan erat antara budaya dan identitas daerah.

Dalam penampilannya, para siswi juga memanfaatkan berbagai properti yang merepresentasikan budaya lokal, seperti daun pisang, bakul anyaman tradisional, serta elemen-elemen yang identik dengan penyajian Nasi Sodu. Kehadiran properti tersebut menjadi bagian penting dalam membangun narasi pertunjukan sekaligus memperkuat pesan tentang pentingnya menjaga warisan budaya di tengah perkembangan zaman.

Proses persiapan menuju FLS3N tingkat provinsi dilakukan dengan penuh dedikasi dan kerja keras. Selain berlatih teknik tari dan kekompakan gerak, para peserta juga mendalami makna filosofis yang terkandung dalam tema yang diangkat agar setiap gerakan mampu menyampaikan pesan budaya secara mendalam kepada para penonton dan dewan juri.
Ajang FLS3N menjadi momentum penting bagi pelajar untuk menunjukkan kreativitas sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya bangsa. Keikutsertaan dua siswi SMAJI dalam kompetisi ini tidak hanya membawa misi meraih prestasi, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam memperkenalkan kekayaan budaya Situbondo di tingkat provinsi.

Baca juga:
SMPN 5 Situbondo Gelar Upacara Hari Kebangkitan Nasional 2026, Kepala Sekolah Ajak Siswa Tingkatkan Nasionalisme dan Dekat kepada Allah

Diharapkan, penampilan yang akan disajikan mampu memberikan hasil terbaik serta menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus mencintai, menjaga, dan mengembangkan budaya daerah sebagai bagian dari identitas bangsa.

Melalui gerak tari, budaya diwariskan. Melalui budaya, Situbondo diperkenalkan. Dan melalui semangat generasi muda, warisan leluhur akan terus hidup dan dikenal hingga ke panggung yang lebih luas.