Berita

Kepala SMPN 5 Situbondo Ajak Siswa Maknai Tahun Baru Hijriah dengan Muhasabah dan Peningkatan Ibadah

×

Kepala SMPN 5 Situbondo Ajak Siswa Maknai Tahun Baru Hijriah dengan Muhasabah dan Peningkatan Ibadah

Sebarkan artikel ini

SITUBONDO ,Momentum peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang dirayakan melalui pawai lampion di Kabupaten Situbondo, Senin (15/6/2026), tidak hanya menjadi ajang kemeriahan dan kreativitas masyarakat. Di balik semarak cahaya lampion yang menghiasi malam pergantian tahun Hijriah, terdapat pesan spiritual yang mendalam untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Kepala SMP Negeri 5 Situbondo, Agus Triono, M.Pd, mengajak seluruh peserta didik dan warga sekolah untuk menjadikan Tahun Baru Hijriah sebagai momentum introspeksi diri serta memperbaiki kualitas kehidupan, baik dalam aspek ibadah maupun akhlak.
Menurutnya, pergantian tahun dalam kalender Islam memiliki makna yang berbeda dengan perayaan tahun baru Masehi. Jika pergantian tahun Masehi identik dengan pesta, hiburan, dan berbagai bentuk perayaan meriah, maka Tahun Baru Hijriah seharusnya menjadi sarana muhasabah atau evaluasi diri terhadap perjalanan kehidupan yang telah dilalui selama setahun terakhir.

Perayaan Tahun Baru Islam bukan sekadar menyaksikan pawai lampion atau memeriahkan suasana. Lebih dari itu, momentum ini harus menjadi pengingat bagi kita untuk meningkatkan keimanan, memperbanyak ibadah, memperbaiki akhlak, dan mempererat hubungan dengan sesama,” ujar Agus Triono.
Ia menegaskan bahwa para siswa perlu memahami esensi Tahun Baru Hijriah sebagai waktu yang tepat untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Semangat hijrah yang menjadi dasar penanggalan Islam hendaknya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari melalui peningkatan disiplin, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.

Agus juga mengingatkan bahwa bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Oleh karena itu, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh, meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, serta melaksanakan berbagai amalan sunnah, termasuk puasa sunnah Muharram.

Baca juga:
Aksi Damai Warga Karangmalang Warnai Polres Situbondo, Ini Tuntutannya

Setiap individu perlu melakukan introspeksi atas berbagai kekurangan dan kesalahan yang pernah dilakukan. Dari proses evaluasi tersebut, kita dapat menyusun langkah yang lebih baik untuk masa depan, baik dalam pendidikan, pekerjaan, maupun kehidupan bermasyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, ia berharap semangat Tahun Baru Hijriah dapat menumbuhkan optimisme, kesabaran, dan keteguhan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Menurutnya, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan intelektual, tetapi juga oleh kekuatan karakter, akhlak yang baik, serta kedekatan kepada Allah SWT.

Pawai lampion yang digelar di Situbondo sendiri berlangsung meriah dengan partisipasi berbagai elemen masyarakat, lembaga pendidikan, dan organisasi keagamaan. Ribuan warga memadati sejumlah ruas jalan untuk menyaksikan beragam kreasi lampion yang menampilkan nilai-nilai Islami dan budaya lokal.
Melalui peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah ini, diharapkan masyarakat, khususnya generasi muda, tidak hanya menikmati kemeriahan acara seremonial, tetapi juga mampu mengambil hikmah dan nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya.

Semoga tahun Hijriah yang baru membawa keberkahan, kedamaian, serta semangat baru untuk terus meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki akhlak, mempererat silaturahmi, dan menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat,” pungkas Agus Triono.
(Redaksi)