Berita

TPS Patemon Jebol, Situbondo Didera Krisis ‘Darurat Sampah’ di Tepi Sungai

113
×

TPS Patemon Jebol, Situbondo Didera Krisis ‘Darurat Sampah’ di Tepi Sungai

Sebarkan artikel ini

Situbondo, 7/11/25– Kabupaten Situbondo benar-benar berada di ambang bencana lingkungan akibat masalah pengelolaan sampah yang disorot tajam sebagai ‘Darurat Sampah’. Puncaknya, Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Patemon Barat Kuburan, yang ironisnya berlokasi persis di pinggir sungai, dilaporkan **jebol** dan kondisinya jauh dari kata layak.

Dari pantauan di lokasi, tumpukan sampah rumah tangga dan material lainnya terlihat meluber tak terkendali, memenuhi bibir sungai dan bahkan mulai merambah ke badan jalan umum. Kondisi ini bukan hanya menciptakan pemandangan yang memilukan, tetapi juga membawa **potensi bahaya ganda**: pencemaran air sungai dan ancaman kesehatan bagi pengguna jalan serta warga sekitar.

Ini sudah benar-benar darurat. TPS Patemon ini sudah jebol, sampahnya sudah mau tumpah ke sungai. Ini namanya DLH Situbondo **kurang profesional** mengelola sampah dengan baik dan benar. Kalau sudah begini, sungai yang jadi korban, jalan umum juga kotor,”* ujar **Mujiono**, warga setempat yang geram melihat kondisi tersebut.

Kritik pedas ini secara langsung ditujukan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Situbondo. Masyarakat menilai bahwa kegagalan DLH dalam mengelola dan memelihara infrastruktur persampahan, terutama yang berdekatan dengan sumber air, adalah bukti nyata ketidakprofesionalan** dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi mereka.

Lokasi TPS Patemon yang berada di pinggir sungai seharusnya menjadi perhatian utama DLH untuk mencegah sampah hanyut dan mencemari ekosistem air. Namun, fakta di lapangan menunjukkan sebaliknya: TPS tersebut berubah menjadi sumber masalah lingkungan yang serius.

Masyarakat Situbondo kini menantikan aksi nyata dan pertanggungjawaban dari DLH. Jika penanganan tidak segera dilakukan, Situbondo terancam kehilangan lingkungan yang bersih dan sehat, seperti yang telah dikhawatirkan oleh berbagai pihak, termasuk potensi sanksi administrasi di masa depan. Krisis sampah ini harus segera diatasi, bukan hanya dengan pengangkutan, tetapi dengan **perbaikan total** sistem pengelolaan yang lebih profesional dan berwawasan lingkungan.

error: