SIBOLGA – Personel Kepolisian Republik Indonesia terus melakukan penanganan darurat pascalongsor yang menutup badan jalan di ruas Sibolga–Tarutung, tepatnya di kilometer 4. Material longsor berupa tanah gembur, batu berukuran besar, serta tumpukan ranting pohon menutup hampir seluruh badan jalan sejak pagi, sehingga aktivitas warga dan arus logistik sempat terhenti total.
Kondisi tersebut mendorong jajaran Polri untuk segera melakukan upaya pembukaan akses jalan sebagai prioritas utama. Jalur Sibolga–Tarutung dikenal sebagai salah satu poros vital mobilitas masyarakat, jalur distribusi kebutuhan pokok, hingga akses layanan darurat. Terputusnya jalur tersebut dikhawatirkan menghambat pergerakan warga maupun bantuan penting ke sejumlah wilayah.
Personel kepolisian yang diterjunkan ke lokasi langsung melakukan proses evakuasi material secara manual maupun dengan alat bantu yang tersedia. Petugas bekerja membersihkan tanah longsoran, memecah batu besar yang melintang di badan jalan, dan menyingkirkan ranting serta pohon tumbang yang memperparah penyumbatan jalur.
Hingga siang hari, proses pembersihan masih berlangsung. Aparat mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati, mengingat kondisi tanah di sejumlah titik masih labil dan berpotensi terjadi longsor susulan. Polri juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk percepatan penanganan serta memastikan arus lalu lintas dapat kembali normal secepat mungkin.
Dengan kerja sama lintas sektor dan percepatan pembersihan material, diharapkan akses utama Sibolga–Tarutung segera pulih sehingga aktivitas masyarakat serta distribusi logistik kembali berjalan lancar.






