Berita

Program Bangga Kencana di Bondowoso Gandeng Komisi VII DPR RI, Dorong Peningkatan Kualitas Keluarga dan Pencegahan Stunting Menuju Indonesia Emas 2045

844
×

Program Bangga Kencana di Bondowoso Gandeng Komisi VII DPR RI, Dorong Peningkatan Kualitas Keluarga dan Pencegahan Stunting Menuju Indonesia Emas 2045

Sebarkan artikel ini

Bondowoso, 20 Oktober 2025
Fasilitasi Teknis Program Bangga Kenccana Bersama Mitra Kerja di Jawa Timur, terlihat berbeda karena yang biasanya menggandeng Komisi IX DPR RI kini hadir bersama Komisi VII DPR RI mengingat Ibu dr. Hj. Cellica Nurrachadiana, M.H.Kes. menginginkan pemberian pemahamannya ini bukan hanya di dapilnya saja melainkan di Daerah lainnya juga bisa mendapatkan kesempatan yang sama untuk diberikan pencerahan terkait bagaimana membangun keluarga berkualitas menuju Indonesia Emas di Kabupaten Bondowoso.

Acara yang berlangsung meriah di Aula SKB Bondowoso ini, karena menghadirkan Anggota Komisi VII DPR RI Dina Lorenza Audria, S.IP, Kepala BKKBN Jawa Timur Dra. Maria Ernawati, MM, Kepala Dinas Sosial dan P3AKB Kabupaten Bondowoso Hj. Anisatul Hamidah, S.Ag., SH, M.Si., M.Kn sebagai narasumber serta diikuti ratusan warga Bondowoso termasuk Lurah Badean, tokoh Masyarakat, tokoh agama, organisasi masyarakatan, Duta GenRe dan kader setempat.

Pada kesempatan itu, Anggota DPR RI Dina Lorenza menegaskan, Program Bangga Kencana bukan hanya berbicara soal alat kontrasepsi atau perencanaan jumlah anak. Lebih dari itu, juga menekankan pentingnya membangun keluarga yang berdaya, berkualitas, dan siap menghadapi masa depan. “Bangga Kencana mengajarkan kita bagaimana membangun keluarga yang kuat dan harmonis, tempat anak-anak tumbuh sehat, cerdas, dan berkarakter. Karena keluarga adalah pondasi bangsa,” ujar Dina penuh semangat.

Hal itu dikuatkan oleh Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Dra. Maria Ernawati, MM, bahwa saat ini Kemendukbangga/BKKBN berfokus tidak hanya pada program KB, tetapi juga pada peningkatan kualitas keluarga dan pengendalian kependudukan. Lebih lanjut, Dra. Maria menekankan pencegahan stunting dimulai dari pola asuh di rumah. “Kita harus mulai dari rumah. Dari pola asuh yang baik, asupan gizi yang cukup, dan perhatian pada tumbuh kembang anak” ujarnya.

Trending :  Ribuan Warga Bersholawat Bersama Bupati Situbondo, Sambut HUT RI ke-80 di Jalan Tembus Depan Toko Mat Lamat

Hasil SSGI 2024 menunjukkan, di Kabupaten Bondowoso perbandingan kasus stunting sudah turun hingga 1:10, artinya dari 10 balita, hanya 1 yang mengalami stunting. “Ini kemajuan yang luar biasa, tapi tetap harus kita jaga,” tutup Dra. Maria Ernawati.

error: