BeritaDaerah

Perhutani KPH Bondowoso Larang Pendakian Gunung Saeng, Piramid, dan Gul-gulan

112
×

Perhutani KPH Bondowoso Larang Pendakian Gunung Saeng, Piramid, dan Gul-gulan

Sebarkan artikel ini

Bondowoso – Dalam upaya meningkatkan keselamatan dan mencegah kecelakaan, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bondowoso resmi melarang aktivitas pendakian di tiga gunung di Kabupaten Bondowoso, yaitu Gunung Saeng, Gunung Piramid, dan Gunung Gul-gulan.

Keputusan ini diambil setelah terjadinya insiden tragis yang menimpa seorang pendaki asal Jember, Fahrul Hidayatullah (18), yang tewas akibat terjatuh ke jurang di Gunung Saeng pada 1 Mei 2025. Pasca insiden tersebut, pihak Perhutani dan Kecamatan Binakal melakukan rapat koordinasi untuk membahas langkah-langkah preventif guna menghindari jatuhnya korban jiwa kembali.

Administratur PerPerhutani KPH Bondowoso, Misbakhul Munir, menjelaskan bahwa larangan ini diberlakukan karena medan ketiga gunung sangat berbahaya. “Topografi sangat terjal dengan akses yang sulit dan tebing curam di sisi kanan dan kiri. Ini sangat membahayakan pendaki,” jelasnya.

Selain itu, ketiga gunung ini bukan kawasan wisata resmi, sehingga tidak ada pengelolaan wisata minat khusus berupa pendakian yang dikelola Perhutani. Oleh karena itu, pihak Perhutani memutuskan untuk melarang pendakian guna meningkatkan keselamatan masyarakat.

Sebagai langkah preventif, Perhutani akan memasang papan larangan pendakian di seluruh akses menuju tiga gunung tersebut dan melakukan patroli berkala. Hal ini diharapkan dapat mencegah terjadinya kecelakaan di masa depan serta memberikan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya keselamatan dalam kegiatan alam bebas.

Camat Binakal Kabupaten Bondowoso, Ifan Arifandi, juga menyampaikan dukungan penuh terhadap keputusan Perhutani. “Pasca jatuhnya korban jiwa, kami telah menggelar rapat koordinasi tingkat kecamatan Binakal yang juga dihadiri oleh pihak Perhutani. Dari rapat tersebut, kami sepakat untuk menutup jalur pendakian guna menghindari jatuhnya korban jiwa kembali,” terang Ifan Arifandi ¹.

error: