Belum semua perusahaan pers lokal di Situbondo, Jawa Timur, mendapatkan kontrak kerjasama publikasi media dari Dinas Komunikasi, Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Situbondo.
Cukup miris, mengingat hingga Mei 2025 ini bahkan tidak ada kejelasan meski proposal penawaran kontrak sudah diajukan hal ini tentu memicu kekecewaan.
Salah seorang pemilik perusahaan pers, Samsi Hosari merasa kecewa. Pria 54 tahun ini mengatakan, wartawan ini mengeluh karena tidak dapat menikmati walaupun dirinya sebagai wartawan yang selalu memberitakan kemajuan di Situbondo.
Padahal Dana publik yang digunakan untuk publikasi bukan milik pribadi, melainkan berasal dari uang rakyat. Oleh karena itu, seharusnya dialokasikan secara adil,” tegas Hosari. Kebijakan yang dinilai diskriminatif ini membuat dirinya merasa kecewa. (dik)






