Jakarta, 1 September 2025 Tiga hari terakhir, Jakarta diguncang aksi massa yang berujung ricuh. Fasilitas umum dibakar, halte Transjakarta hancur, hingga rumah pejabat dijarah.
Seorang peserta aksi, Ahu (bukan nama sebenarnya), mengaku direkrut menjadi “tim pemukul” oleh seorang pria berinisial R. Ia menyebut, sebelum aksi, kelompoknya menyiapkan 160 bom molotov, petasan, dan kembang api untuk menyerang aparat dan membakar fasilitas.
Konvoi massa disebut datang dari berbagai daerah, seperti Cimahi, Bandung Barat, Cianjur, Sukabumi, dan Bogor. Mereka bergerak menggunakan 600 motor berpelat F, E, dan B, sempat berunjuk rasa di Tangerang, lalu menuju Kompleks Parlemen Senayan.
Aksi berlanjut dengan penyerangan pagar parlemen, pembakaran halte, hingga penjarahan rumah pejabat. Dalam video yang beredar, Ahu mengaku mengenali sejumlah pelaku penjarahan rumah anggota DPR, Sahroni.
Polisi menegaskan akan mengusut tuntas aktor lapangan maupun dalang di balik kerusuhan yang merusak wajah demokrasi dan keamanan ibu kota.






