SITUBONDO, –Brantas News (9/12/2025) Polres Situbondo akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait isu pencurian kabel Telkom yang sempat viral di media sosial. Kasi Propam yang juga Plt Humas Polres Situbondo, IPDA I Komang Adi Aryama, memastikan bahwa penyelidikan masih berjalan, namun laporan resmi dari pihak Telkom baru diterima pada 17 September 2025.
Komang menjelaskan bahwa pada pertengahan tahun sempat masuk pesan WhatsApp ke nomor layanan aduan Propam mengenai dugaan vandalisme berupa penggalian kabel Telkom di depan Wisma Kapolres. Namun laporan tersebut dikirim secara anonim dan tidak menyertakan identitas pelapor.
Menurut Komang, petugas langsung melakukan pengecekan ke lokasi setelah menerima pesan tersebut. Namun hasil pemeriksaan tidak menemukan adanya kerusakan maupun dugaan pencurian seperti yang dilaporkan melalui pesan anonim tersebut. “WA itu anonim, tidak jelas siapa yang melapor. Saat kita cek ke lokasi waktu itu, tidak ditemukan adanya kerusakan atau pencurian,” ujarnya.
Polisi kemudian melakukan konfirmasi kepada pihak Telkom. Melalui sambungan telepon, pejabat Telkom bernama Doni menyatakan belum mengetahui adanya kerugian dan berjanji melakukan pengecekan internal. Polres juga memeriksa register laporan di Satreskrim, namun belum ada laporan polisi yang masuk terkait dugaan pencurian kabel tersebut.
Situasi berubah pada 17 September 2025 ketika Telkom akhirnya membuat laporan resmi terkait dugaan pencurian kabel yang disebut terjadi pada 9 Agustus 2025 di sepanjang Jalan BPD Sudirman. “Laporannya baru dibuat sebulan setelah kejadian, yakni pada 17 September. Itu satu-satunya laporan yang masuk sampai saat ini,” kata Komang.
Satreskrim Polres Situbondo telah melakukan berbagai langkah penyelidikan, termasuk pengumpulan barang bukti dan permintaan keterangan kepada sejumlah pihak. Komang menegaskan penyelidikan masih berlangsung dan pihak kepolisian akan menyampaikan perkembangan apabila ditemukan bukti yang mengarah pada tindak pidana. Hingga kini, Polres Situbondo memastikan belum ada laporan baru selain laporan resmi yang diterima pada September 2025.






