Surabaya, 24 Juni 2025 Perkumpulan Advokat Muslim Indonesia (PERADMI) terus menunjukkan komitmennya dalam mengedepankan nilai-nilai Islam dalam penegakan hukum di Indonesia. Di bawah kepemimpinan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jawa Timur, Suyono, SH, LLM, PERADMI Jatim bertekad memperkuat peran advokat muslim di wilayah ini sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan hukum yang berkeadilan, profesional, dan berintegritas.
Dalam wawancara eksklusifnya, Suyono, SH, LLM menegaskan pentingnya kehadiran PERADMI sebagai wadah advokat muslim untuk berkontribusi secara aktif dalam menciptakan tatanan hukum yang tidak hanya menjunjung tinggi keadilan, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai keislaman. “PERADMI hadir untuk memperjuangkan prinsip-prinsip hukum yang sesuai dengan ajaran Islam, tanpa mengesampingkan nilai-nilai universal keadilan dan kebenaran. Kami ingin memastikan bahwa peran advokat muslim membawa manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam memberikan solusi hukum yang humanis dan bermartabat,” ujarnya.
Sebagai Ketua DPW PERADMI Jawa Timur, Suyono mengungkapkan bahwa salah satu misi utama yang diemban adalah memperkuat sinergi antara advokat muslim dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk institusi pemerintah, organisasi keislaman, serta lembaga pendidikan. “Kami ingin menjadikan PERADMI sebagai ruang kolaborasi bagi advokat muslim untuk terus meningkatkan kompetensi, memperluas jaringan, dan memperkuat kontribusi dalam membangun sistem hukum yang pro-rakyat,” tambahnya.
Suyono juga memaparkan sejumlah program strategis yang akan dijalankan DPW PERADMI Jawa Timur selama masa kepemimpinannya. Beberapa di antaranya adalah:
PERADMI Jatim berencana menggelar berbagai pelatihan dan seminar hukum yang mengintegrasikan perspektif syariah dengan hukum positif Indonesia. Tujuannya adalah mencetak advokat muslim yang tidak hanya tangguh secara akademis, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam tentang prinsip-prinsip hukum Islam.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan, PERADMI Jatim akan membuka layanan bantuan hukum gratis untuk kaum dhuafa dan masyarakat marginal. “Kami ingin memastikan keadilan dapat diakses oleh semua kalangan, tanpa terkecuali,” ujar Suyono.
PERADMI Jatim akan memperkuat komunikasi dan kerja sama dengan organisasi Islam seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, serta pemerintah daerah, guna menyelaraskan langkah-langkah dalam menciptakan sistem hukum yang lebih baik.
DPW PERADMI Jatim juga berkomitmen untuk aktif dalam memberikan masukan dan advokasi terhadap kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan hukum, terutama yang berdampak pada umat Islam.

Suyono menekankan bahwa menjadi advokat muslim bukan hanya soal profesi, tetapi juga panggilan pengabdian. “Advokat muslim memiliki tanggung jawab tidak hanya kepada klien atau masyarakat, tetapi juga kepada Allah SWT. Itu sebabnya, kami ingin memastikan bahwa setiap langkah yang diambil oleh anggota PERADMI berlandaskan akhlak mulia dan etika profesional,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh advokat muslim di Jawa Timur untuk bergabung dan berkontribusi bersama PERADMI. “Kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi para advokat muslim untuk bersatu, berbagi pengalaman, dan bersama-sama memberikan dampak positif bagi masyarakat luas,” katanya.
Dengan visi memperkuat peran advokat muslim dalam penegakan hukum di Indonesia, khususnya di Jawa Timur, Suyono berharap PERADMI dapat terus tumbuh menjadi organisasi yang membawa perubahan positif. “Kami ingin PERADMI menjadi rumah besar bagi advokat muslim, tempat di mana kami dapat belajar, berkembang, dan berkontribusi untuk kemajuan bangsa. Insya Allah, melalui sinergi dan kerja keras, kita dapat mencapai tujuan besar ini,” pungkasnya.
PERADMI Jatim di bawah kepemimpinan Suyono, SH, LLM optimis mampu menjawab tantangan zaman dengan tetap mengedepankan nilai-nilai Islam dalam setiap langkahnya. Dengan semangat kebersamaan dan pengabdian, organisasi ini siap menjadi tonggak penting dalam perjalanan hukum dan keadilan di Indonesia.






