SITUBONDO – Semangat belajar peserta didik SMA Negeri 1 Panji tidak surut meski jam pelajaran memasuki penghujung. Kamis (17/7/2026) sekitar pukul 15.15 WIB, para murid tetap mengikuti kegiatan KARISMA (Kamis Literasi dan Numerasi) sebagai bagian dari upaya sekolah membangun budaya literasi yang berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, siswa memanfaatkan teknologi digital dengan mengakses berbagai bahan bacaan melalui tautan dan QR Code yang telah disiapkan guru. Beragam referensi yang dipelajari kemudian dianalisis dan dituangkan dalam jurnal literasi sebagai bentuk refleksi atas pemahaman yang diperoleh.
Program ini menjadi salah satu strategi SMAN 1 Panji untuk mengintegrasikan literasi dengan perkembangan teknologi. Melalui pemanfaatan sumber belajar digital, peserta didik tidak hanya diajak membaca, tetapi juga dilatih menyaring informasi yang kredibel, berpikir kritis, meningkatkan kemampuan bernalar, serta memperluas wawasan.
Meskipun kegiatan berlangsung pada akhir jam belajar, antusiasme para siswa tetap tinggi. Gawai yang mereka gunakan tidak sekadar menjadi sarana hiburan, melainkan berubah menjadi media pembelajaran yang membuka akses terhadap pengetahuan dari berbagai sumber.
Kepala SMAN 1 Panji, Hamidah, M.Pd., menegaskan bahwa budaya literasi harus terus ditanamkan sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik di era digital.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran merupakan langkah penting agar siswa mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan budaya membaca dan berpikir kritis.
“Melalui KARISMA, kami ingin membangun kebiasaan belajar yang konsisten. Literasi bukan hanya sebuah program sekolah, tetapi menjadi budaya yang tumbuh dalam kehidupan sehari-hari peserta didik sehingga mereka siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar Hamidah.
SMAN 1 Panji berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang adaptif, inovatif, dan bermakna. Dengan memadukan teknologi dan budaya literasi, sekolah berharap mampu mencetak generasi yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki karakter pembelajar sepanjang hayat.
Sejalan dengan semangat program tersebut, sekolah mengusung pesan bahwa setiap informasi yang dipelajari merupakan bekal berharga bagi masa depan. Sebagaimana motto KARISMA, “Satu barcode membuka informasi, satu bacaan menambah wawasan, dan satu kebiasaan literasi mampu mengubah masa depan.”
Tags: SMAN 1 Panji, KARISMA, Literasi Digital, Pendidikan, Situbondo, Hamidah M.Pd, QR Code, Numerasi












