Berita

Diduga Dianiaya, Wartawan Situbondo Dilarikan ke Rumah Sakit Setelah Bersitegang dengan Bupati

115
×

Diduga Dianiaya, Wartawan Situbondo Dilarikan ke Rumah Sakit Setelah Bersitegang dengan Bupati

Sebarkan artikel ini

 

SITUBONDO – Suasana demonstrasi damai di alun-alun Situbondo berubah menjadi kekerasan setelah Bupati Situbondo, Yusuf Rio Prayogo, mendatangi massa Aliansi Solidaritas Bersama (ASB) dengan penuh emosi. Seorang wartawan dari Radar Situbondo menjadi korban dugaan penganiayaan, hingga harus dilarikan ke RSUD Abdoer Rahem sebelum akhirnya membuat laporan ke Polres Situbondo.

Insiden ini terjadi saat massa ASB, yang terdiri dari LSM dan awak media, menggelar aksi damai yang awalnya direncanakan akan longmarch menuju Kantor Pemda Situbondo. Namun, rencana itu batal karena Bupati Yusuf Rio Prayogo langsung mendatangi lokasi demo. Tidak sendiri, Bupati membawa rombongan ibu-ibu, personel Satpol PP, dan beberapa orang tak dikenal.

Menurut keterangan korban yang identitasnya dirahasiakan, kejadian bermula saat ia mencoba mengkonfirmasi berita kepada bupati. Saat ia merekam menggunakan ponselnya, bupati diduga mencoba merebut paksa alat kerja wartawan tersebut.

“Saat saya merekam, tiba-tiba bupati mencoba merebut HP saya,” ujar korban. “Saya pertahankan, tapi saya malah diseret ke belakang dan dipukul. Saya terjatuh, dan saat saya coba bangkit, ada yang memukul lagi. Saya merasa sangat kesakitan.”

Akibat kejadian tersebut, wartawan ini mengalami luka-luka dan segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Setelah kondisinya membaik, ia didampingi oleh rekan-rekan media dan aktivis untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polres Situbondo.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Situbondo atau Bupati Yusuf Rio Prayogo terkait insiden tersebut. Kejadian ini menambah daftar panjang kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia dan memicu kecaman keras dari berbagai organisasi pers.

error: