Situbondo,Brantas News. ID, Aliansi Aktivis Situbondo Bersatu mendesak Bupati Situbondo, Wahyu Rio Prayogo, untuk mengevaluasi kembali pendekatannya terhadap Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan jurnalis. Desakan ini muncul menyusul pernyataan Bupati di akun TikTok pribadinya yang dinilai menimbulkan keresahan di kalangan LSM dan insan pers.
Pernyataan Bupati yang dianggap kontroversial itu, menurut Aliansi, tidak sejalan dengan realita lapangan. Banyaknya temuan penyimpangan kebijakan pemerintah yang diungkap LSM dan jurnalis melalui investigasi dan pemantauan, membuktikan pentingnya peran pengawasan sipil dalam memastikan transparansi dan akuntabilitas pemerintahan.
“Jargon ‘Tak congoco, tak co’-ngeco’a’ perlu pendalaman yang efektif,” tegas perwakilan Aliansi Aktivis Situbondo Bersatu dalam keterangan persnya. Mereka mempertanyakan keseriusan Bupati dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi, mengingat banyaknya temuan penyimpangan yang berujung pada laporan resmi dari LSM.
Aliansi menekankan pentingnya kolaborasi yang konstruktif antara pemerintah, LSM, dan jurnalis dalam mengawal kebijakan publik. Mereka berharap Bupati dapat menciptakan komunikasi yang efektif dan menghormati peran vital LSM dan jurnalis dalam mengawasi jalannya pemerintahan. Kebebasan pers dan kerja LSM yang independen, menurut mereka, merupakan pilar penting dalam demokrasi. Aliansi meminta Bupati untuk tidak memandang remeh peran LSM dalam membongkar berbagai kasus dugaan penyimpangan yang merugikan masyarakat.
Pihaknya berharap agar Bupati Situbondo dapat merespon tuntutan ini dengan bijak dan segera melakukan evaluasi internal untuk memperbaiki komunikasi dan hubungan kerja sama dengan LSM dan jurnalis.,,






