Berita

Kebakaran Lahan Tebu Diduga Dikelola SGN, Kebun H. Sultan Terbakar

×

Kebakaran Lahan Tebu Diduga Dikelola SGN, Kebun H. Sultan Terbakar

Sebarkan artikel ini

SITUBONDO Kebakaran lahan tebu di wilayah Desa Panji Kidul, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, Minggu (27/9/2026), tidak hanya menghanguskan tanaman tebu. Kobaran api juga berdampak pada kebun buah milik pengusaha H. Sultan. Sejumlah tanaman buah dilaporkan ikut terbakar dan menimbulkan kerugian yang ditaksir mencapai Ratusan juta rupiah.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Kobaran api terlihat membakar areal tanaman tebu yang berdasarkan informasi di lapangan diduga merupakan lahan milik atau lahan yang dikelola/disewa SGN/PG Panji.

Sekitar pukul 11.00 WIB, petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi untuk melakukan penanganan dan memadamkan kobaran api agar tidak semakin meluas ke area di sekitarnya.

Namun, sebelum api berhasil dikendalikan, kobaran tersebut telah berdampak terhadap lahan perkebunan milik H. Sultan. Kebun yang dikenal membudidayakan berbagai jenis buah, termasuk mangga, alpukat, kelengkeng, jeruk, serta buah naga, dilaporkan mengalami kerusakan akibat kebakaran.

Kerugian yang dialami H. Sultan ditaksir mencapai Ratusan juta rupiah. Nilai kerugian tersebut tidak hanya berkaitan dengan tanaman yang terbakar, tetapi juga potensi hasil produksi dari tanaman buah yang terdampak.

H. Sultan Siapkan Langkah Permintaan Ganti Rugi

Sekretaris Desa Panji Kidul, H. Zaini, menyampaikan informasi mengenai dampak kebakaran tersebut kepada aktivis LSM Teropong, Wahyudi.

Menurut keterangan H. Zaini, pihak H. Sultan berencana menempuh langkah untuk meminta ganti rugi atas kerugian yang timbul akibat kebakaran yang merembet ke area perkebunannya.

Pihak H. Sultan disebut akan meminta pertanggungjawaban kepada pihak yang nantinya berdasarkan hasil pemeriksaan dinilai memiliki keterkaitan dengan terjadinya kebakaran dan meluasnya api ke lahan perkebunan.

Langkah tersebut menjadi perhatian karena kebakaran tidak hanya berdampak terhadap lahan tebu, tetapi juga menyebabkan kerusakan terhadap tanaman produktif milik warga/pengusaha di sekitar lokasi.

Baca juga:
SMAN 1 Panji Gelar Upacara Hardiknas, Kepala Sekolah Gaungkan Semangat Kurikulum Merdeka

Status Lahan dan Penyebab Kebakaran Masih Perlu Dipastikan

Meski di lapangan muncul informasi bahwa lahan tebu tersebut diduga berkaitan dengan SGN/PG Panji, status kepemilikan maupun hubungan pengelolaan lahan tersebut masih memerlukan konfirmasi resmi.

Demikian pula dengan penyebab awal munculnya api. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi yang dapat memastikan bagaimana kebakaran bermula dan faktor apa yang menyebabkan api kemudian meluas hingga mengenai kebun H. Sultan.

Karena itu, penentuan pihak yang harus bertanggung jawab atas kerugian tersebut membutuhkan pemeriksaan dan bukti yang memadai.

Aktivis LSM Teropong, Wahyudi, turut menerima informasi mengenai kejadian tersebut. Menurutnya, persoalan kebakaran dan kerugian yang dialami H. Sultan perlu mendapat perhatian serta ditangani secara terbuka berdasarkan fakta di lapangan.

Jika benar terdapat hubungan antara pengelolaan lahan tebu dengan dampak kebakaran terhadap lahan milik pihak lain, maka aspek tanggung jawab dan penyelesaian kerugian menjadi hal yang perlu diklarifikasi secara transparan oleh pihak-pihak terkait.

SGN/PG Panji Belum Berikan Konfirmasi

Hingga berita ini diterbitkan, awak media belum memperoleh konfirmasi resmi dari General Manager SGN/PG Panji mengenai peristiwa tersebut.

Konfirmasi tersebut diperlukan untuk mengetahui secara jelas status lahan tebu, kronologi kejadian dari perspektif pengelola, penyebab kebakaran, langkah penanganan yang telah dilakukan, serta sikap perusahaan terhadap adanya kebun milik H. Sultan yang ikut terdampak.

Pemberitaan ini tetap menempatkan seluruh pihak secara berimbang. Dugaan keterkaitan SGN/PG Panji dengan lahan tebu maupun kemungkinan tanggung jawab atas kerugian H. Sultan belum dapat dinyatakan sebagai fakta hukum sebelum terdapat hasil pemeriksaan dan keterangan resmi dari pihak berwenang maupun pihak terkait.

Masyarakat kini menunggu kejelasan mengenai penyebab kebakaran, luas area yang terdampak, nilai kerugian sebenarnya, serta langkah penyelesaian antara pemilik kebun dengan pihak yang mengelola lahan tebu tersebut.

Baca juga:
SMAN 1 Panji Kirim Empat Peleton Terbaik di Gerak Jalan

Pewarta: Tim