Berita

Kwarcab Situbondo Dorong Pramuka Garuda Jadi Pertimbangan Masuk TNI-Polri

×

Kwarcab Situbondo Dorong Pramuka Garuda Jadi Pertimbangan Masuk TNI-Polri

Sebarkan artikel ini

SITUBONDO , Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Situbondo mendorong agar sertifikat atau lencana Pramuka Garuda mendapat pengakuan lebih dalam proses rekrutmen anggota TNI dan Polri.

Gagasan tersebut dinilai layak dipertimbangkan sebagai salah satu bentuk rekam jejak prestasi calon peserta. Pasalnya, predikat Pramuka Garuda tidak diperoleh secara instan, melainkan melalui proses pembinaan, penilaian, dan tahapan yang membutuhkan ketekunan.

Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Situbondo sekaligus Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah, menyatakan menyambut positif wacana agar sertifikat Pramuka Garuda dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam penerimaan anggota TNI maupun Polri.

Ulfiyah mengungkapkan, pihaknya bahkan telah berkoordinasi dengan Komandan Kodim (Dandim) 0823/Situbondo mengenai gagasan tersebut. Dalam komunikasi itu, ia menyampaikan informasi mengenai wacana pemberian ruang lebih besar bagi prestasi kepramukaan dalam proses rekrutmen.

Menurut Ulfiyah, respons yang diterima cukup positif karena kegiatan kepramukaan selama ini memiliki nilai penting dalam pembentukan karakter dan kedisiplinan generasi muda.

Kami bermohon bagaimana Sertifikat Pramuka Garuda ini betul-betul menjadi salah satu lisensi untuk mereka masuk tanpa adanya tes dan semuanya. Karena kita tahu, perjuangan adik-adik Pramuka ini luar biasa. Untuk mendapatkan Pramuka Garuda itu tidak mudah,” ujar Ulfiyah usai apel akbar Hari Pramuka ke-65 di Alun-Alun Kabupaten Situbondo, Jumat (14/8/2026).

Ia menegaskan, predikat Pramuka Garuda merupakan hasil dari proses panjang. Seorang anggota Pramuka harus memenuhi berbagai tahapan pembinaan dan penilaian sebelum memperoleh lencana tersebut.

Karena itu, Kwarcab Situbondo berharap pencapaian tersebut tidak hanya menjadi simbol prestasi, tetapi juga dapat memperoleh pengakuan dalam perjalanan pendidikan maupun karier anggota Pramuka.

Ulfiyah menyebut jumlah anggota Pramuka di Situbondo yang telah meraih predikat Pramuka Garuda kini sudah mencapai ratusan orang. Namun, data rinci mengenai jumlah dan persebarannya masih dalam proses pendataan oleh sekretariat Kwarcab.

Baca juga:
Gerakan GEMAR di SMPN 5 Situbondo, Perkuat Sinergi Sekolah dan Keluarga

Yang pasti saat ini sudah ada ratusan. Itu pun baru kami lakukan karena melalui proses yang teramat lama. Baru saat ini kita besar-besaran memberikan lencana Pramuka Garuda,” jelasnya.

Selain memperkuat apresiasi terhadap Pramuka Garuda, Kwarcab Situbondo juga memberikan perhatian terhadap 32 anggota Pramuka yang diberangkatkan untuk mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) di Cibubur, Jakarta Timur.

Ulfiyah berpesan agar seluruh peserta membawa nama baik Kabupaten Situbondo selama mengikuti kegiatan tingkat nasional tersebut. Ia menekankan pentingnya menjaga akhlak, etika, dan tata krama.

Jaga akhlakul karimah. Tunjukkan bahwasanya Situbondo, untuk naik kelas, memiliki tata krama yang utama,” pesannya.

Para peserta juga didorong aktif mengikuti berbagai kegiatan, membangun relasi dengan anggota Pramuka dari daerah lain, serta mengembangkan kreativitas dan potensi yang dimiliki.

Silakan melakukan inovasi, berkenalan, dan kembangkan talentanya di sana,” imbuhnya.

Meski demikian, Ulfiyah menekankan bahwa keselamatan peserta tetap menjadi prioritas. Ia berharap seluruh anggota kontingen dapat mengikuti kegiatan dengan baik dan kembali ke Situbondo dalam keadaan selamat.

Yang terpenting, pulang dengan baik,” tegasnya.

Lebih jauh, Ulfiyah mengatakan Gerakan Pramuka di Situbondo ke depan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial maupun perkemahan. Pramuka harus menjadi wadah pembentukan generasi muda yang mandiri, berkarakter, kreatif, dan memiliki kepedulian sosial.

Salah satu tantangan yang menjadi perhatian Kwarcab adalah tingginya ketergantungan generasi muda terhadap gadget. Menurutnya, kegiatan kepramukaan dapat menjadi sarana untuk membangun kemandirian sekaligus mengurangi penggunaan gadget secara berlebihan.

Kemandirian, salah satunya adalah bagaimana anak-anak muda kita ini bisa meminimalisir penggunaan gadget. Itu tugas Pramuka,” ungkapnya.

Selain kemandirian, pendidikan kepramukaan juga dinilai penting dalam menanamkan sikap hormat dan berbakti kepada orang tua.

Baca juga:
Kasat Samapta Polres Situbondo Pimpin Sterilisasi Gereja, Pastikan Ibadah Berjalan Aman dan Kondusif

Karena di Pramuka diajarkan hal-hal seperti itu,” katanya.

Melalui penguatan pendidikan karakter tersebut, Kwarcab Situbondo berharap Gerakan Pramuka mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki akhlak, keberanian, kreativitas, kemandirian, kemampuan bersosialisasi, serta kepedulian terhadap keluarga dan lingkungan.