SITUBONDO ,Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Situbondo menyoroti kinerja keuangan sejumlah rumah sakit daerah yang mengalami defisit kerugian dengan nilai mencapai miliaran rupiah.
Dalam rapat paripurna, dewan mengungkapkan temuan kerugian operasional pada tiga fasilitas kesehatan, yakni:
Rumah Sakit Abdurrahman dengan kerugian sebesar Rp3,3 miliar.
Rumah Sakit Besuki dengan kerugian sebesar Rp10,07 miliar.
Rumah Sakit Asembagus dengan kerugian sebesar Rp5,4 miliar.
Kondisi ini dipandang ironis mengingat rumah sakit tersebut telah berstatus sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang seharusnya mampu mengelola keuangan secara mandiri dan menghasilkan keuntungan.
Dewan mengungkapkan bahwa pihaknya sering menerima keluhan dari masyarakat, baik warga miskin maupun masyarakat kelas menengah, terkait minimnya kualitas pelayanan di rumah sakit tersebut. Bahkan, muncul keresahan bahwa masyarakat merasa terpaksa harus mengeluarkan biaya yang sangat besar—hingga harus menjual aset seperti sapi, kambing, atau berutang pada rentenir—hanya untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak.
Atas kondisi tersebut, dewan mendesak Pemerintah Kabupaten Situbondo untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan aset, pola operasional, dan alokasi anggaran, baik yang bersumber dari daerah maupun pusat, guna memastikan perbaikan pelayanan kesehatan bagi warga Situbondo.
Penulis:(dik)












