SITUBONDO Seorang anak laki-laki berusia lima tahun bernama Zainal Abidin, warga Dusun Blikeran, Desa Wringinanom, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengambang di aliran Sungai Sampean Lama, Desa Paowan, Kecamatan Panarukan, Jumat (17/4/2026) sekitar pukul 11.08 WIB. Korban diduga tenggelam setelah sebelumnya dilaporkan hilang dari rumah.
Korban diketahui merupakan anak yang masih memiliki keterbatasan dalam berkomunikasi. Penemuan jasad bocah tersebut mengundang perhatian warga sekitar yang kemudian bersama-sama melakukan evakuasi.
Jasad korban pertama kali ditemukan oleh Taufikur Rahman (50), warga Kampung Kesambian, Desa Paowan, yang saat itu hendak mencari ikan di sungai.
Ketika berada di lokasi, saksi melihat tubuh seorang anak mengambang di permukaan air.
Menyadari hal itu, saksi segera memanggil warga sekitar untuk membantu mengevakuasi korban ke rumah warga terdekat.
Berdasarkan keterangan keluarga, sehari sebelum ditemukan, korban sempat mengikuti ibunya keluar rumah sekitar pukul 15.00 WIB saat hendak mengangkat jemuran pakaian.
Korban bermain di sekitar rumah dengan jarak kurang lebih 10 meter dari ibunya dan masih dalam jangkauan pengawasan. Setelah selesai mengangkat jemuran, ibunya masuk ke rumah untuk meletakkan pakaian.
Beberapa menit kemudian saat kembali keluar, korban sudah tidak berada di tempat semula. Keluarga kemudian melakukan pencarian, namun korban belum ditemukan hingga akhirnya ditemukan keesokan harinya di sungai.

Setelah ditemukan, warga melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat desa dan diteruskan ke pihak terkait.
Sekitar pukul 11.15 WIB, korban dievakuasi menggunakan ambulans Puskesmas Panarukan menuju RSUD Situbondo untuk dilakukan pemeriksaan visum di ruang jenazah.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat bermain, terutama di area yang berdekatan dengan sungai, saluran air, maupun lokasi berbahaya lainnya.












